http://www.idnews.co/ 18-11-2019 Senin 0.8 Banjir Jakarta
Log In

IDNews.co | Indonesia Dalam Berita: Banjir Jakarta

Banjir di Jabodetabek dan Lebak Korban Meninggal Jadi 53 Orang

Banjir di Jabodetabek dan Lebak Korban Meninggal Jadi 53 Orang

Banjir di Jabodetabek. (Foto: klikberita.co)  Jakarta, IDNews.co - Akibat banjir dan longsor di Jabodetabek dan Lebak, Banten, jumlah...
04 January 2020
Banjir Jakarta
Banjir di Jabodetabek. (Foto: klikberita.co) 

Jakarta, IDNews.co - Akibat banjir dan longsor di Jabodetabek dan Lebak, Banten, jumlah korban meninggal bertambah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal menjadi 53 orang.

"Korban meninggal dunia tercatat per 4 Januari 2020, pukul 10.00 WIB menjadi 53 orang dan 1 (satu) orang hilang," ungkap Kapusdatinkom BNPB, Agus Wibowo, Sabtu (04/01/2020).

Sebelumnya, pada Jumat (03/01/2020) pukul 21.18 WIB, BNPB mencatat korban meninggal mencapai 46 jiwa dan 1 orang hilang. Agus menjelaskan penambahan korban meninggal dunia tercatat ada di Bogor dan Lebak.

"Untuk Kabupaten Bogor, lima orang meninggal namun identitas masih belum diketahui," ujarnya, seperti dikutip dari klikberita.

Sementara, untuk jumlah pengungsi, BNPB mendata ada 173.046 orang yang mengungsi. Paling banyak pengungsi berada di Kota Bekasi.

"Hingga saat ini tercatat ada 173.064 pengungsi itu tersebar di 277 titik pengungsian, di Jabodetabek," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB, Bambang Surya Putra, di diskusi polemik, di Bidara Cina, Sabtu (04/01/2020).

Disamping itu, untuk ketinggian air di hari keempat usai banjir besar, sudah mulai surut.

Menurut Bambang, memang ada beberapa lokasi yang masih tergenang lumpur, dan di beberapa lokasi itu kini disiagakan pompa untuk pembersihan.

"Secara umum di sungai sendiri sudah turun. Namun Ada beberapa bagian sungai di Bekasi dan Kab Bogor itu memang tanggulnya jebol. Jadi itu lagi ditangani," ungkapnya.

Bambang juga menyampaikan kendala yang sempat dihadapi oleh petugas memang karena curah hujan yang besar. Sementara, sungai-sungai di Jakarta tak bisa menampung volume debit air tersebut.

Terlebih, saat kejadian posisi tengah libur nasional, sehingga sumber daya yang bisa membantu korban banjir terbatas.

"Yang pertama memang hujannya lebat, 376 mm untuk satu hari itu sangat lebat. Daya tampung sungai-sungai kita itu 60-100an, artinya dengan curah hujan sebesar itu dan berlangsung demikian cepat tentunya terjadi banjir massif, dan Sumberdaya terbatas karena waktu itu libur," pungkasnya.

Editor: Redaksi
Sign out
Anies Baswedan Ditanya Soal Antisipasi Banjir di Jakarta, Masih Fokus Evakuasi Warga

Anies Baswedan Ditanya Soal Antisipasi Banjir di Jakarta, Masih Fokus Evakuasi Warga

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seusai meninjau banjir di Duri Kosambi, Jakarta Barat, Kamis (2/1/2020).(KOMPAS.com / NURSITA SARI)  ...
02 January 2020
Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seusai meninjau banjir di Duri Kosambi, Jakarta Barat, Kamis (2/1/2020).(KOMPAS.com / NURSITA SARI) 

Jakarta, IDNews.co - Anies Baswedan 
Gubernur DKI Jakarta tidak menjelaskan langkah untuk mencegah banjir terjadi saat ditanya antisipasi banjir berulang saat curah hujan tinggi.

Anies hanya menjawab bahwa Pemprov DKI Jakarta saat ini masih fokus mengevakuasi warga yang menjadi korban banjir.

"Kami saat ini konsentrasi pada evakuasi penyelamatan warga, dan ini yang kami pastikan berjalan dengan baik," ujar Anies seusai meninjau banjir di Duri Kosambi, Jakarta Barat, Kamis (2/1/2020).

Anies juga tidak bisa memastikan waktu surutnya banjir. Namun, dia berharap banjir segera surut.

"Sebagian dari air-air ini itu akan menunggu permukaan air laut juga surut. Jadi mudah-mudahan lebih cepat lebih baik," kata dia.

Namun, saat dipertegas kembali apakah penanganan banjir di Jakarta menunggu air laut surut, Anies membantahnya.

Menurut Anies, Pemprov DKI juga berupaya mengatasi banjir yang terjadi di sejumlah wilayah.

"Enggak lah. Kami fase ini pastikan dulu warga itu keselamatannya terjamin. Kemudian air sebagian kalau yang jalan-jalan, ada sungai, bisa dipompa, sebagian prosesnya perlu waktu," ucap Anies, seperti dikutip kompas.

Sejumlah wilayah direndam banjir sejak Rabu (1/1/2020) kemarin. Banjir disebabkan curah hujan yang tinggi dan cuaca ekstrem.

Sebanyak 31.323 warga yang berasal dari 158 kelurahan tercatat mengungsi karena rumahnya terendam banjir.
Sign out

TerPopuler