Reses Ke-lll Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Manado, Adrey Laikun Serap Aspirasi Masyarakat

 Adrey Laikun Warning, Kaban Keuangan Manado lebih cermat melihat keingingan masyarakat pulau bunaken tentang lahan pekuburan.

Saat reses berlangsung (foto idnews.co)

IDNEWS.CO, MANADO- Masa Reses Wakil Ketua Dewan Manado, Adrey Laikun,ST berjalan penuh Kekeluargaan bersama Masyarakat Pulau Bunaken.


Pasalnya reses ke lll akhir tahun 2022 dilakukan hari Jum'at (2/12/2022) Kemarin Siang, bertempat lingkungan lll Kelurahan Bunaken Kepulauan.


Antusias warga datang berbondong-bondong mengikuti serta mendengarkan penyampaian maksud dari kegiatan reses. Sementara itu mewakili pemerintah kota hadir juga dari Dinas Perumahan Pemukiman (Perkim) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta mewakili pihak Kelurahan Sekretaris Lurah.

Wakil Ketua DPRD Manado, Adrey Laikun ketika menjawab keluhan Warga Kepulauan Bunaken (foto idnews.co)

Setidaknya banyak usulan warga menyangkut kegiatan pasar murah karena mendekati perayaan Natal dan Tahun Baru 2023. Bukan itu saja ada yang sempat mempertanyakan lahan pekuburan hingga ketersediaan pasokan listrik sangat minim, sehingga tidak efektif ketersediaannya.


" Torang kasiang sering mati lampu nyanda full manyala padahal sangat perlu sekali, termasuk apalagi sekarang kan ada pertandingan bola kaki," tandas Reyn.


Hal senada juga dikatakan warga lainnya, mereka sangat berharap seharusnya kondisi listrik selalu maksimal dalam pelayanan terhadap masyarakat pulau bunaken.

Ketika meninjau pembangkit listrik di Kepulauan Bunaken (foto idnews.co)

Begitu juga mereka sempat menyoroti mengenai kinerja Camat dan Lurah, terkesan tidak pro terhadap setiap adanya musibah duka. Camat maupun Lurah enggan hadir menemani serta membaur bersama warga sekitar.


Menanggapi hal demikian, Wakil Ketua Dewan, Adrey Laikun mengatakan akan segera menindak lanjuti aspirasi masyarakat kepulauan mulai dari masalah lahan pekuburan, listrik, hingga kinerja camat dan lurah.


Begitu juga keluhan warga mengenai setiap kegiatan pemerintahan selalu memakai gedung usaha pribadi, padahal kantor camat serta kantor lurah sangat representatif.

Kondisi mesin pembangkit listrik pulau bunaken (foto idnews.co)

" Saya tanggapi dulu pernyataan bapak angki mengenai kelakuan camat serta lurah, dengan enteng selalu memakai gedung cotex untuk setiap kegiatan pemerintahan. Saya katakan dengan tegas itu tidak boleh sekali justru sangat bertentangan dengan pemerintahan," tegas Laikun.


Putra asal bunaken kepulauan ini justru menduka camat maupun lurah ada kepentingan pribadi terselubung.


" Jangan mengais rezeki di air keruh apalagi tadi warga bilang hingga sampai pada perekaman KTP juga memakai gedung pribadi. Kan kantor camat serta lurah sangat nyaman kenapa harus disana, kasihan masyarakat harus jauh- jauh apalagi terik matahari. Perlu catatan khusus bagi keduanya," tandasnya.


Sementara usulan mengenai lahan pekuburan, Dirinya sudah beberapa kali berkoar- koar ketika pembahasan anggaran daerah karena anggarannya tercatata.


" Berapa lagi mulut saya harus bicara setiap rapat pembahasan anggaran pasti pertama sebut soal pekuburan umum, namun dasar kaban keuangan Bartje Assa saja keras kepala enggan mengakomodirnya dengan alasan pulau bunaken masuk hutan konservatif. Nyatanya kan tidak begitu," tegas Laikun.


Seraya menambahkan, mengenai masalah listrik pihaknya berjanji hari senin akan berkunjung ke kantor PLN, menanyakan permasalah pulau bunaken.


" Namun saya sudah tinjau langsung ke lokasi pembangkit listrik disini memang sedikit kendala, mengenai alat yang sudah rusak tapi masih menunggu pasokan dari pusat. Informasi sih hari senin mulai maksimal tapi saya akan tetap mengunjungi kantor cabang membicarakan lebih lanjut sambil mencari solusi terbaik, demi kenyamanan masyarakat pulau bunaken," ungkapnya. (Yudi Barik)

Lebih baru Lebih lama