"Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi: Kadet KKRI Harus Menjadi Generasi Berintegritas".
![]() |
| Saat kegiatan berlangsung, (foto istimewa) |
IDNEWS.CO, MANADO,- Upacara Pembukaan Perkemahan Sabtu–Minggu (Persami) Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Gelombang III Triwulan IV Tahun Anggaran 2025 resmi digelar di Geladak KRI Yos Sudarso–353, Sabtu (15/11).
Kegiatan dipimpin langsung oleh Dankodaeral VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla, di Dermaga Samuel Languyu, Satrol Kodaeral VIII Bitung.
Peserta Persami merupakan 200 kadet dari enam satuan pendidikan, yaitu, SMK Negeri 3 Manado,SMK Negeri 5 Manado, SMK Pelayaran Niaga Berea,SMK Negeri 1 Likupang, SMKS Winuri Likupang, dan SMK Negeri 1 Bitung.
Para kadet ini menjadi bagian dari program pembinaan terstruktur Korps Kadet Republik Indonesia tahun berjalan.
Persami KKRI Gelombang III menghadirkan rangkaian pelatihan intensif yang mencakup,Pembinaan Pancasila Bela Negara,Wawasan Nusantara, Sejarah Perjuangan Bangsa,Kepemimpinan,Edukasi Bahaya Narkoba,Pertolongan Pertama pada Kecelakaan,serta Pembinaan mental dan karakter.
Program berjalan sejak 14–16 November 2025 di Satdik 4 Manado Kodiklatal, dengan pembukaan resmi di Satrol Kodaeral VIII.
Upacara pembukaan berlangsung pada Sabtu, 15 November 2025, pukul pagi, di atas KRI Yos Sudarso–353 yang sedang sandar di Bitung.
Kegiatan terpusat di dua lokasi yakni,Geladak KRI Yos Sudarso–353, Dermaga Samuel Languyu untuk upacara pembukaan dan satdik 4 Manado Kodiklatal sebagai pusat pelatihan utama.
Dalam amanatnya, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi menegaskan bahwa Persami merupakan sarana pembinaan karakter yang efektif bagi generasi muda. Pelatihan ini dirancang untuk, Menanamkan kedisiplinan, Menguatkan tanggung jawab individu dan kelompok, Mempererat persaudaraan antar-kadet, Meningkatkan kualitas kepemimpinan,Menumbuhkan rasa nasionalisme dan integritas.
Dankodaeral VIII menegaskan bahwa pembinaan KKRI menjadi investasi penting dalam mencetak pemimpin masa depan.
Kegiatan dijalankan melalui metode latihan terarah, penguatan nilai kebangsaan, praktek lapangan, dan sistem pembinaan berjenjang. Seluruh peserta wajib mematuhi standar disiplin, tata tertib, serta etika militer yang diterapkan di lingkungan KKRI dan Kodaeral VIII.
“Persami adalah sarana tepat untuk melatih kedisiplinan, meningkatkan tanggung jawab, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kualitas kepemimpinan. Saya merasa bangga dapat menyambut para peserta KKRI. Kehadiran kalian menjadi momen penting, karena para kadet muda sedang ditempa menjadi pemimpin masa depan yang tangguh dan berintegritas," tuturnya.
“Jadilah kader bangsa yang memiliki semangat juang tinggi. Tanamkan nilai-nilai luhur Pancasila, semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan cinta tanah air. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan mengembangkan diri. Ikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat, disiplin, dan tanggung jawab. Jaga nama baik Korps Kadet Republik Indonesia," tambahnya.
Sementara upacara pembukaan turut dihadiri mulai dari, Pejabat Utama Kodaeral VIII, Forkopimda Provinsi Sulut atau perwakilan, Forkopimda Kota Bitung, Para Kadis/Kasatker Kodaeral VIII, hingga sejumlah tamu undangan dari unsur pemerintahan dan TNI AL.
(Yudi barik)
